Keerom — Peran aktif aparat kewilayahan dalam merespons
dinamika bencana hidrometeorologi kembali terlihat nyata. Bintara Pembina Desa
(Babinsa) Koramil 1701-14/Arso, Serka Teguh bersama Serda Herwin, melaksanakan
pemantauan dan peninjauan langsung terhadap kondisi banjir yang melanda Kampung
Arso Kota, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, pada Jumat (17/4/2026).
Banjir tersebut dipicu oleh curah hujan dengan intensitas
tinggi yang mengguyur wilayah sejak Kamis malam hingga Jumat pagi. Akumulasi
debit air menyebabkan Kali Tami meluap dan merendam sejumlah permukiman warga.
Dari hasil pemantauan di lapangan, genangan air dilaporkan mencapai ketinggian
sekitar lutut orang dewasa, sehingga berdampak pada aktivitas harian
masyarakat, khususnya mobilitas dan kegiatan ekonomi warga setempat.
Dalam situasi tersebut, Babinsa bergerak cepat melakukan
patroli wilayah sekaligus berkoordinasi dengan aparat kampung dan unsur terkait
guna memastikan kondisi warga tetap aman dan terkendali. Pendataan awal juga
dilakukan untuk mengetahui jumlah rumah terdampak serta kebutuhan mendesak
masyarakat, sebagai dasar langkah penanganan lanjutan.
“Kami terus memantau perkembangan situasi di lapangan,
sekaligus mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan,”
ujar Serka Teguh di sela kegiatan pemantauan.
Meskipun banjir merendam sejumlah rumah, hingga saat ini
tidak terdapat laporan korban jiwa. Namun demikian, kewaspadaan tetap menjadi
prioritas utama mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan dengan
intensitas sedang hingga tinggi dalam beberapa waktu ke depan.
Sebagai langkah mitigasi, Babinsa juga aktif memberikan
edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana,
seperti mengamankan barang berharga, memperhatikan kondisi lingkungan sekitar,
serta segera melapor kepada aparat apabila terjadi peningkatan debit air secara
signifikan.
Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya berfungsi
sebagai unsur pengamanan wilayah, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam
membangun ketangguhan masyarakat menghadapi bencana. Sinergi antara TNI,
pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan mampu meminimalisir risiko serta
mempercepat proses penanganan apabila situasi darurat kembali terjadi.
Upaya pemantauan dan kesiapsiagaan ini merupakan bagian dari
komitmen berkelanjutan TNI dalam menjaga stabilitas wilayah serta memberikan
rasa aman bagi masyarakat, khususnya di daerah-daerah rawan bencana seperti
Kabupaten Keerom. (Redaksi Papua)
.png)













fteqjhn.png)
Komentar
Tuliskan Komentar Anda!