Keerom — Upaya percepatan penurunan angka stunting di
Provinsi Papua terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor hingga ke
tingkat kampung. Komitmen tersebut tercermin dalam kegiatan pendampingan
kunjungan kerja Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Papua, Ibu Rafatul Mulkiyah
Mathius Fakhiri, di Kampung Jaifuri, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, Rabu
(15/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Pelaksana Harian (Plh) Danramil
1701-23/Skanto, Peltu Djulianto, bersama dua personel Bintara Pembina Desa
(Babinsa) melaksanakan pendampingan sekaligus pengamanan guna memastikan
seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.
Kunjungan ini merupakan bagian dari implementasi program
Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), sebuah inisiatif strategis
yang menitikberatkan pada penguatan peran keluarga dan kolaborasi multipihak
dalam menekan prevalensi stunting secara berkelanjutan.
Kehadiran Ketua TP PKK Provinsi Papua beserta rombongan
menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terkait
urgensi pemenuhan gizi anak sejak usia dini, sekaligus mempertegas peran
keluarga sebagai garda terdepan dalam pencegahan stunting.
Rombongan Provinsi Papua dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK
Provinsi Papua, Ibu Rafatul Mulkiyah Mathius Fakhiri, didampingi oleh Ibu Evi
Rumaropen, Kepala BKKBN Provinsi Papua Sarles Brabar, SE., M.Si, Ketua DPR Papua Wely Denni Bonai, Ketua Harian
Posyandu Provinsi Papua Max Olua, serta jajaran pengurus TP PKK Provinsi Papua.
Dari tingkat kabupaten, turut hadir Ketua TP PKK Kabupaten
Keerom Ny. Angela TH Frank Gusbager, ST, bersama Ny. Daud dan Ny. Noak
Wasanggai, yang menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung percepatan penurunan
stunting di wilayah Keerom.
Kegiatan ini juga melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan
Kecamatan (Forkopimka) Distrik Skanto, di antaranya Kapolsek Skanto AKP Bambang
Irianto, Kepala Distrik Skanto Slamet Widodo, SH, Kepala Puskesmas Arso 3
Oktivina Reba, Kepala Kampung Jaifuri Dwi Irianto, SH, para bidan Pustu
se-Distrik Skanto, kader Posyandu, serta pengurus PKK Kampung Jaifuri.
Dalam keterangannya, Peltu Djulianto menegaskan bahwa
keterlibatan TNI AD melalui Babinsa merupakan wujud nyata komitmen dalam
mendukung program prioritas pemerintah daerah, khususnya dalam percepatan
penurunan stunting.
“Pendampingan ini merupakan bagian dari tanggung jawab kami
sebagai aparat kewilayahan dalam memastikan program pemerintah dapat terlaksana
dengan baik di tengah masyarakat. Stunting bukan semata persoalan kesehatan,
tetapi juga menyangkut kualitas generasi bangsa di masa depan yang harus
ditangani secara terpadu dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kehadiran Babinsa di lapangan
tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga sebagai bentuk dukungan
moril kepada masyarakat agar semakin memahami pentingnya pola asuh yang tepat
serta pemenuhan gizi seimbang bagi anak.
Lebih lanjut, ia berharap sinergi antara pemerintah daerah,
tenaga kesehatan, aparat keamanan, dan masyarakat dapat terus diperkuat guna
menghasilkan intervensi yang efektif dan tepat sasaran.
Kehadiran aparat teritorial dalam kegiatan ini mencerminkan
peran strategis TNI AD dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat. Selain
menjaga stabilitas wilayah, Babinsa juga berperan aktif sebagai mitra
pemerintah dalam mengawal pelaksanaan program prioritas nasional hingga ke
tingkat kampung.
Melalui kegiatan ini, diharapkan upaya pencegahan stunting
semakin optimal dan mampu menjangkau keluarga sasaran secara langsung. Sinergi
lintas sektor yang terbangun menjadi fondasi penting dalam mewujudkan generasi
Papua yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Pendampingan yang dilakukan oleh anggota Koramil
1701-23/Skanto sekaligus menegaskan komitmen TNI dalam mendukung pembangunan
sumber daya manusia, khususnya dalam memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat
sebagai pilar utama pembangunan daerah yang berkelanjutan. (Redaksi Papua)

.png)
.png)











fteqjhn.png)
Komentar
Tuliskan Komentar Anda!