Keerom – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan di
Kabupaten Keerom, Plh Danramil 1701-23/Skanto Peltu Djulianto bersama Babinsa
turut mendukung kegiatan peresmian tanam perdana padi sawah Program Cetak Sawah
Rakyat (CSR) seluas 210 hektare. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh
Bupati Keerom Piter Gusbager, S.Hut., MUP., bertempat di Kampung Wulukubun,
Distrik Skanto, Kabupaten Keerom. Sabtu (24/1/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua DPRK Keerom Kanisius
Kango, S.Sos., Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK)
sekaligus Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Keerom Marthen M. Asmuruf, S.Pt., Danyon TP 815/WGT Letkol Inf Syafudien Hasan,
S.Sos., M.IP., Kadistrik Skanto Slamet Widodo, Staf PSP Dinas Pertanian
Kabupaten Keerom Danus Rianto, S.P., tokoh masyarakat Kampung Wulukubun Warno,
serta Ketua Kelompok Sadar Tani Makmur Ramadhan Simatupang.
Dalam sambutannya, Bupati Keerom Piter Gusbager menyampaikan
bahwa tanam perdana padi sawah ini merupakan bagian dari program CSR yang telah
direncanakan pada tahun 2025 dan tersebar di delapan lokasi di Distrik Skanto
dengan total luas 210 hektare.
“Pada hari ini kita melaksanakan tanam perdana padi sawah di
lahan seluas 210 hektare yang merupakan bagian dari program Cetak Sawah Rakyat
di Distrik Skanto,” ujar Bupati Keerom.
Ia berharap kegiatan penanaman ini dapat berjalan dengan
baik sehingga rencana pencetakan sawah seluas 2.110 hektare pada tahun ini
dapat terealisasi secara optimal.
Menurutnya, tujuan utama program ini adalah menjadikan
Kabupaten Keerom sebagai daerah lumbung pangan, khususnya komoditas palawija
seperti padi, jagung, umbi-umbian, serta berbagai produk pangan lokal lainnya
termasuk sagu yang telah menjadi fokus pembangunan pertanian dalam lima tahun
terakhir.
Untuk itu, Bupati Keerom dua periode tersebut mengajak
seluruh elemen masyarakat, khususnya para petani, untuk terus bersinergi dan
mendukung program pemerintah dalam mewujudkan Keerom sebagai wilayah lumbung
pangan.
“Keerom harus mampu mencapai swasembada beras dan swasembada
sumber karbohidrat lainnya, sehingga ketersediaan pangan bagi seluruh
masyarakat dapat terjamin. Mari kita bersatu membangun Kabupaten Keerom,”
tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pada tahun ini direncanakan
penambahan luas tanam hingga 5.000 hektare dan meminta agar para penyuluh
pertanian secara aktif melakukan pengecekan dan pendampingan di lapangan.
Sementara itu, Plh Danramil 1701-23/Skanto Peltu Djulianto
menegaskan bahwa TNI melalui Koramil Skanto siap mendukung penuh seluruh
program pemerintah daerah dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan di Kabupaten
Keerom.
“Kami dari Koramil 1701-23/Skanto bersama para Babinsa akan
terus bersinergi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, serta kelompok
tani untuk mengawal dan mendampingi Program Cetak Sawah Rakyat ini agar
berjalan optimal dan berhasil sesuai harapan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan Babinsa tidak hanya
terbatas pada kegiatan tanam perdana, namun akan dilakukan secara berkelanjutan
mulai dari proses pengolahan lahan, perawatan tanaman, hingga masa panen dan
evaluasi di lapangan.
“Kami berharap program ini dapat meningkatkan kesejahteraan
para petani sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan di Kabupaten
Keerom. Dengan kerja sama dan komitmen bersama, lahan yang telah dicetak dapat
dimanfaatkan secara maksimal,” pungkasnya. (Redaksi Papua)














fteqjhn.png)
Komentar
Tuliskan Komentar Anda!