Banjarnegara. Danramil 04/Karangkobar Kodim 0704/Banjarnegara Kapten Inf Basuki bersama Forkopimcam dan Puskesmas Karangkobar menghadiri undangan Pelatihan pemberdayaan Perempuan dan pola Asuh anak dalam rangka percepatan Penurunan Angka Stunting bertempat di Aula Desa Ambal Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara. Kamis (20/10/2022)
"Sebagian besar masyarakat mungkin belum memahami istilah yang disebut stunting. Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama. Sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya", tegasnya.
Danramil 04/Karangkobar Kapten Inf Basuki mengatakan,"Kondisi tubuh anak yang pendek seringkali dikatakan sebagai faktor keturunan (genetik) dari kedua orang tuanya. Sehingga masyarakat banyak yang hanya menerima tanpa berbuat apa-apa untuk mencegahnya. Padahal seperti kita ketahui, genetika merupakan faktor determinan kesehatan yang paling kecil pengaruhnya bila dibandingkan dengan faktor perilaku, lingkungan (sosial, ekonomi, budaya, politik), dan pelayanan kesehatan. Dengan kata lain, stunting merupakan masalah yang sebenarnya bisa dicegah", tambahnya.
"Salah satu fokus pemerintah saat ini adalah pencegahan stunting. Upaya ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global", tambahnya.
“Terdapat tiga hal yang harus diperhatikan dalam pencegahan stunting, yaitu perbaikan terhadap pola makan, pola asuh, serta perbaikan sanitasi dan akses air bersih”, tutur Danramil.(glm).














fteqjhn.png)
Komentar
Tuliskan Komentar Anda!