MERAUKE – Kodam XXIV/Mandala Trikora menggelar Upacara Gelar
Pasukan Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi Tahun Anggaran 2026 di Lapangan
Makodam XXIV/MT, Merauke, Provinsi Papua Selatan, Jumat (13/2/2026). Kegiatan
tersebut mengusung tema “TNI Prima, Taat Hukum, Berdaulat, Indonesia Maju.”
Kasdam XXIV/MT Brigjen TNI Eventius Teddy Danarto, bertindak
selaku Inspektur Upacara. Komandan Upacara dijabat Dandenpom XXIV/MT Letkol Cpm
Ariesman Syahroni, sedangkan Perwira Upacara Kapten Cpm Suwanto. Kegiatan
diikuti pasukan gabungan TNI-Polri, Dinas Perhubungan Merauke serta Kejaksaan
Negeri Merauke.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Irdam XXIV/MT Brigjen
TNI Dwi Endrosasongko, S.Sos., M.I.P, Asisten I Sekda Bidang Pemerintahan dan
Kesejahteraan Rakyat Provinsi Papua Selatan Agustinus Joko Guritno, M.Si.,
Danpomdam XXIV/MT Letkol Cpm Hendra Andreas Siray, S.H., M.I.P., Danpomal
Koarmada XI Letkol Laut (PM) Satria Musa, S.Ag., Dandenzibang Merauke Letkol
Czi Slamet P., Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, S.I.K., M.M., Kadisops
Lanud J.A. Dimara Letkol Pas Nugroho Wimbo P., S.Pd., Wadan Yonmarhanlan XI
Mayor Mar Robin Yusran, Kajari Merauke Sulta D. Sitohang, S.H., M.H. serta
Kasubsi Intel Imigrasi Merauke I Gede Agri Wiradiva Ariawan, S.Tr., Im.,
Dalam amanat Panglima TNI yang dibacakan Inspektur Upacara,
ditegaskan bahwa Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi merupakan program rutin
tahunan yang bertujuan meningkatkan disiplin, kepatuhan hukum, serta
profesionalisme prajurit dan PNS TNI. Pelaksanaan operasi tahun 2026 diharapkan
lebih mengedepankan pendekatan edukatif sebagai bagian dari upaya pencegahan
dan penyelesaian pelanggaran hukum di lingkungan TNI.
Berdasarkan evaluasi tahun 2025, terjadi penurunan jumlah
pelanggaran dibandingkan tahun 2024. Pada Operasi Gaktib, pelanggaran menurun
dari 456 kasus menjadi 432 kasus atau turun 5,62 persen. Sementara pada Operasi
Yustisi, jumlah perkara menurun dari 925 menjadi 549 perkara atau turun 40,64
persen. Meski demikian, seluruh jajaran diminta tidak lengah dan tetap
meningkatkan pembinaan disiplin serta penegakan hukum secara konsisten.
Panglima TNI juga menekankan kepada jajaran Polisi Militer
untuk meningkatkan kemampuan seiring perkembangan teknologi, termasuk dalam
penanganan kejahatan siber dan penyalahgunaan media sosial yang berpotensi
merusak citra institusi. Modernisasi sarana dan prasarana teknologi informasi
dinilai penting guna mendukung proses penanganan perkara secara profesional dan
transparan, serta memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum lainnya.
Melalui pelaksanaan Operasi Gaktib dan Yustisi Tahun 2026,
diharapkan seluruh prajurit semakin memegang teguh Sumpah Prajurit, Sapta Marga
dan Delapan Wajib TNI, serta senantiasa bekerja secara profesional, responsif,
adaptif dan humanis demi menjaga kehormatan satuan, institusi dan kepercayaan
masyarakat.














fteqjhn.png)
Komentar
Tuliskan Komentar Anda!