PAPUA, Keerom – Komitmen pelestarian budaya sekaligus
penguatan ekonomi kreatif kembali ditegaskan melalui pelaksanaan Festival
Budaya Warna Alam Wiantre yang digelar di Kampung Wiantre, Distrik Skanto,
Kabupaten Keerom, Sabtu (2/5/2026). Mengusung tema “Budaya Lestari, Ekonomi
Kreatif Tumbuh, Keerom Maju”, kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam
mengangkat potensi lokal berbasis kearifan budaya.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari Koramil
1701-23/Skanto yang dipimpin Pelaksana Harian (Plh) Danramil Peltu Djulianto
bersama jajaran Babinsa, sebagai wujud nyata peran TNI dalam mendukung
pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat di wilayah binaan.
Festival ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Keerom Drs. H.
Daud, M.Si., Kasubbag Umum Wahyu, S.Sos., M.Si., Anggota DPRD Tedi Suseno, SH., MH.,
perwakilan Kapolres Keerom Kabag Ops AKP Dr. Hendrik, S.Sos., SH., MH.,
Kapolsek Skanto AKP Bambang Irianto, Kepala Distrik Skanto Slamet Widodo, SH.,
serta tokoh agama Ustadz Maimun Soleh.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Keerom menegaskan bahwa
Festival Warna Alam Wiantre memiliki nilai strategis, tidak hanya sebagai ajang
hiburan, tetapi juga sebagai sarana penguatan identitas budaya dan pemberdayaan
ekonomi masyarakat.
“Festival ini merupakan manifestasi nyata komitmen kita
dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal, sekaligus mendorong lahirnya
kreativitas masyarakat, khususnya generasi muda, sebagai bagian dari
pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sektor ekonomi kreatif berbasis budaya
memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan
berkelanjutan. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini diharapkan terus
dikembangkan sebagai ruang produktif bagi masyarakat untuk berkarya dan
berinovasi.
Lebih lanjut, ia mengajak generasi muda untuk tidak hanya
mencintai budaya lokal, tetapi juga mampu mengembangkannya menjadi karya
bernilai ekonomi tanpa meninggalkan akar tradisi. “Dari kegiatan ini, kita
harapkan lahir talenta-talenta kreatif yang mampu membawa nama Keerom ke
tingkat yang lebih luas,” tambahnya.
Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri dalam
kegiatan ini menjadi indikator kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga
stabilitas wilayah sekaligus mendukung pelestarian budaya di Kabupaten Keerom.
Festival Warna Alam Wiantre diharapkan dapat menjadi agenda
tahunan berkelanjutan yang tidak hanya memperkokoh jati diri masyarakat, tetapi
juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan melalui
pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.
Sementara itu, Plh Danramil 1701-23/Skanto Peltu Djulianto
menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai wadah
positif bagi masyarakat.
“Festival ini tidak hanya menjadi sarana pelestarian
kearifan lokal, tetapi juga mempererat sinergi antara TNI, pemerintah daerah,
dan masyarakat. Kami sangat mendukung setiap upaya yang mendorong kreativitas
generasi muda serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan,” tegasnya.
Ia menegaskan, kehadiran TNI dalam kegiatan tersebut
merupakan bagian dari komitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat, menjaga
stabilitas keamanan, serta mendukung pembangunan di bidang sosial dan budaya.
“Kami berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara
berkelanjutan, sehingga selain menjaga budaya, juga mampu meningkatkan
perekonomian masyarakat,” pungkasnya. (Redaksi Papua)





1.png)








fteqjhn.png)
Komentar
Tuliskan Komentar Anda!