23 Alat Berat Dikerahkan Pencarian Korban Longsor Situkung Terus Dikebut

23 Alat Berat Dikerahkan Pencarian Korban Longsor Situkung Terus Dikebut

Banjarnegara - Dentuman mesin alat berat kembali membelah sunyi pagi di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Sabtu (22/11/2025). Dari kejauhan, terlihat puluhan ekskavator dan dozer bekerja serempak menggeser material tanah yang menimbun permukiman warga. Bau tanah basah masih menyengat, menyisakan jejak dari bencana besar yang terjadi beberapa hari lalu.

 

Di tengah kesibukan tersebut, Dandim 0704/Banjarnegara Letkol CZI Teguh Prasetyanto, ST., yang juga menjabat sebagai Dansatgas Penanganan Bencana Longsor, memantau langsung jalannya operasi pencarian korban. Ia memastikan seluruh unsur gabungan bergerak cepat dan terkoordinasi.

 

“Hari ini jumlah personel kita tambah menjadi 700 personel. Di lokasi juga sudah dikerahkan 23 alat berat. Sejak hari pertama kami menggunakan kinen dan alkon untuk membantu proses pencarian,” ujar Letkol Teguh saat ditemui di area operasi.

 

Keberadaan 23 alat berat menjadi kunci mempercepat upaya evakuasi, mengingat ketebalan material longsor mencapai beberapa meter. Di beberapa titik, alat berat bahkan harus bekerja bergantian karena kondisi medan yang labil dan sempit.

 

Meski demikian, para petugas bekerja tanpa jeda, berpacu dengan waktu untuk menemukan korban yang masih tertimbun.

 

Bencana longsor yang terjadi tiba-tiba itu menimbun 48 rumah warga, menyisakan puing-puing dan kesedihan mendalam bagi para keluarga yang selamat. Sebanyak 1.019 warga terpaksa mengungsi ke balai desa, sekolah, masjid, hingga rumah kerabat yang berada di wilayah aman.

 

Di pengungsian, warga berusaha menata kembali hari-hari mereka. Anak-anak duduk berkelompok di lantai beralas tikar, sementara orang tua menatap kosong ke arah lokasi longsor, berharap kabar baik mengenai keluarga mereka yang masih hilang.

 

Sementara itu, 1 warga masih menjalani perawatan di rumah sakit, mengalami luka-luka akibat tertimpa material longsor. Tim medis dan relawan terus bersiaga untuk memberikan pertolongan.

 

Hingga hari ini, laporan sementara menyebut ada 27 warga yang diduga masih hilang. Tim gabungan berhasil menemukan 11 korban meninggal dunia, serta 2 body yang belum teridentifikasi.

 

Setiap kali jenazah ditemukan, suasana berubah hening. Para petugas berdiri sejenak memberikan penghormatan, sementara keluarga korban tak mampu menahan tangis. Di antara debu dan suara alat berat, duka itu terasa sangat nyata.

 

Cuaca tak menentu dan ancaman longsor susulan membuat pencarian dijalankan dengan penuh kewaspadaan. Petugas harus bergerak cepat namun tetap mengutamakan keselamatan.

 

Meski situasi berat, Letkol Teguh menegaskan bahwa seluruh anggota Satgas akan terus bekerja hingga seluruh korban ditemukan.

 

“Ini adalah tugas kemanusiaan. Kami tidak akan berhenti sebelum memastikan semua korban tertangani,” ujarnya tegas.

 

Dusun Situkung kini menjadi simbol duka sekaligus solidaritas. Bantuan terus mengalir dari berbagai daerah, mulai dari logistik, pakaian hangat, hingga relawan yang siap membantu kapan pun dibutuhkan.

 

Di tengah reruntuhan dan kehilangan, semangat gotong royong masyarakat menjadi cahaya yang menjaga harapan tetap menyala.(Pendimbna).


Olahraga

Pilot Paramotor Kibarkan Bendera Merah Putih di Langit Desa Rungkang Losari

Pilot Paramotor Kibarkan Bendera Merah Putih di Langit Desa Rungkang Losari

Brebes – Puncak acara peringatan HUT RI Ke-78 di Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, yaitu di Lapangan Sepakbola Desa Rungkang, juga dimeriahkan

Advertisement