Pita Dipotong Jalan 737 Meter Resmi Dibuka Warga Gumelem Kulon Kini Punya Akses Baru
Pita Dipotong Jalan 737 Meter Resmi Dibuka Warga Gumelem Kulon Kini Punya Akses Baru
Banjarnegara - Seutas pita menjadi saksi sebuah perubahan. Ketika pita dipotong, bukan sekadar seremoni yang berlangsung, tetapi sebuah akses jalan baru resmi dibuka untuk masyarakat Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara.
Momen tersebut berlangsung dalam rangkaian penutupan TMMD Reguler ke-129 TA 2026 Kodim 0704/Banjarnegara, Kamis (13/08/2026). Dandim 0704/Banjarnegara Letkol Inf Nodelismen Hulu, S.Pd., bersama Sekda Kabupaten Banjarnegara Hendro Cahyono, S.E., M.Si., yang mewakili Bupati Banjarnegara, melaksanakan pemotongan pita sebagai tanda diresmikannya hasil pembangunan rabat beton.
Jalan rabat beton yang dibangun memiliki panjang 737 meter, lebar 2,5 meter, dan ketebalan 0,15 meter. Jalan tersebut menjadi salah satu sasaran fisik utama TMMD Reguler ke-129 yang dikerjakan melalui kolaborasi antara Satgas TMMD dan masyarakat.
Bagi warga, jalan itu bukan sekadar hamparan beton yang terlihat kokoh. Jalan tersebut merupakan akses yang selama ini dinantikan untuk mempermudah aktivitas sehari-hari.
Di balik panjangnya 737 meter, terdapat cerita tentang keringat prajurit dan warga yang bekerja bersama. Ada warga yang membantu mengangkut material, menyiapkan kebutuhan pengecoran, hingga ikut mengawasi proses pembangunan agar hasilnya sesuai harapan.
Semangat gotong royong menjadi pemandangan yang terus terlihat selama pengerjaan. TNI dan masyarakat seolah tidak lagi memiliki sekat ketika berada di lokasi pembangunan. Semua bekerja dengan satu tujuan, menghadirkan akses yang lebih baik bagi desa.
Pemotongan pita pada akhirnya menjadi simbol berakhirnya sebuah proses sekaligus dimulainya manfaat yang sesungguhnya. Jalan yang telah dibangun kini menjadi milik masyarakat untuk digunakan dan dirawat bersama.
Dengan adanya rabat beton tersebut, mobilitas warga diharapkan semakin mudah. Akses untuk kegiatan pertanian, pendidikan, maupun aktivitas ekonomi masyarakat juga diharapkan semakin lancar.
Pembangunan jalan tersebut sekaligus memperlihatkan makna tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa.” Pembangunan tidak hanya dilakukan dari atas, tetapi tumbuh melalui kebersamaan antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat.
Bagi Satgas TMMD, selesainya pembangunan bukanlah akhir dari pengabdian. Setelah jalan dibuka, masyarakat memiliki tugas penting untuk menjaga dan merawatnya agar manfaat pembangunan dapat dirasakan dalam waktu yang panjang.
Sementara bagi warga Gumelem Kulon, pita yang telah terpotong menjadi penanda bahwa jalan yang sebelumnya menjadi bagian dari impian kini telah menjadi kenyataan.
Dari Gumelem Kulon, sebuah jalan sepanjang 737 meter membawa pesan lebih jauh: ketika TNI dan rakyat menyatukan langkah, jalan pembangunan pun terbuka semakin lebar.(Pendimbna).
What's Your Reaction?