Merauke – Komitmen TNI AD dalam mendukung swasembada dan
ketahanan pangan nasional kembali ditegaskan oleh Pangdam XXIV/MT, Mayjen TNI
Lucky Avianto, S.I.P., M.Si, saat melaksanakan peninjauan area pertanian dan
peternakan Yonif TP 817/Aoba di Kampung Kartini, Distrik Jagebob, Kabupaten
Merauke, Papua Selatan, Kamis (8/1/2026).
Didampingi Brigjen TNI Eventius Teddy Danarto (Kasdam
XXIV/MT), Brigjen TNI Dwi Endro Sasongko, S.Sos., M.I.P (Irdam XXIV/MT) beserta
rombongan, Pangdam meninjau langsung Marseling Area Yonif TP 817/Aoba yang
dikembangkan sebagai sentra produktif satuan. Berbagai program ketahanan pangan
dikelola oleh prajurit, meliputi peternakan kambing, sapi, ikan lele, ayam
potong, ayam kampung, dan ayam petelur, serta perkebunan satuan yang ditanami
beragam komoditas.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam XXIV/MT menyampaikan
apresiasi atas inisiatif dan kerja keras prajurit Yonif TP 817/Aoba yang mampu
memanfaatkan lahan secara optimal. Menurutnya, ketahanan pangan bukan hanya
mendukung kebutuhan internal satuan, tetapi juga menjadi bentuk pengabdian
nyata TNI kepada masyarakat di wilayah perbatasan.
“Prajurit harus mampu berdiri di atas kaki sendiri. Dengan
bertani dan beternak, kalian tidak hanya menjaga ketersediaan pangan satuan,
tetapi juga membantu masyarakat sekitar dan memperkuat ekonomi lokal,” ungkap
Pangdam.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pangdam XXIV/MT bersama
rombongan turut melaksanakan penanaman cabai dan jagung di kebun Yonif TP
817/Aoba. Kegiatan ini menjadi simbol semangat kebersamaan dan harapan agar
program pertanian dan peternakan yang dijalankan terus berkembang dan
berkelanjutan.
Lebih lanjut, Pangdam menekankan bahwa program swasembada
pangan di satuan harus dikelola secara konsisten, terencana, dan berorientasi
jangka panjang, dengan melibatkan seluruh prajurit. Ia berharap Yonif TP
817/Aoba dapat menjadi contoh satuan produktif yang mampu mengintegrasikan
tugas pertahanan negara dengan pemberdayaan potensi wilayah.
Kunjungan kerja ini menegaskan bahwa kehadiran TNI di
wilayah perbatasan tidak hanya sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai
penggerak pembangunan dan ketahanan pangan, demi terwujudnya kesejahteraan
prajurit dan masyarakat Papua Selatan.














fteqjhn.png)
Komentar
Tuliskan Komentar Anda!